Friday, August 3, 2012

Guru Karyawan Ikuti Training ESQ


Suasana hening dan tenang tergambar jelas diacara training ESQ bagi guru dan karyawan SMP Islam Terpadu PAPB, yang berlamatkan di Jl Panda Barat 44 Pedurungan Semarang, Rabu (4/7/12).  Uniknya, training tersebut diselenggarakan saat siswa sedang libur panjang pasca kenaikan kelas.  Ini sangat memberikan nuansa yang berbeda dan baru khususnya bagi guru karyawan SMP IT PAPB sejumlah 36 orang.
Sementara Kepala Sekolah Drs H Ramelan SH MH merasa senang dengan kegiatan ini. ”Ini tidak lain agar semua guru dan karyawan fokus mempersiapkan pembelajaran mendatang”, terlebih selepas mendengarkan motivasi-motivasi yang disampaikan trainer, guru akan lebih siap untuk berperan serta membangun pendidikan dengan lebih baik.
Saat di ruangan, tampak semangat yang luar biasa perlihatkan diberikan trainer dari ESQ 165 Jawa Tengah Kurnia Setiya Putra. Pada prolognya, dia memberikan game untuk senantiasa smile. Caranya,  dengan menarik urat pojok bibir kanan 3 cm dan kiri 3 cm juga, kemudian saling berhadap-hadapan, ungkap Putra. Sehingga, semua saling tertawa karena ternyata bisa tersenyum dengan sesama antar teman terdekat, se profesi dalam naungan keluarga besar SMP IT PAPB.
Satu hal penting ungkap Putra, bahwa kebahagiaan  yang selama ini kita kejar adalah ternyata hanya bersifat sementara. Banyak orang hanya mencari kebahagiaan fisik (physic  happiness) semata, sehingga berdampak hanya mementingkan materi duniawi. Sedangkan setingkat kebahagiaan diatasnya yaitu emotional happiness. Namun ternyata dua kebahagiaan itu tidaklah cukup bagi kita karena kebahagiaan yang paling membuat kita merasa tenang dan bisa lebih bersyukur dalam memaknai hidup ini selain spiritual happiness.
Ia menambah, dengan pencapaian spiritual happiness, maka seseorang tidak hanya bekerja atas nama uang tetapi lebih ke hati dan jiwa. Maka, bagi guru karyawan SMP IT PAPB, bekerja dengan hati adalah sebuah keharusan dalam menjalankan tugas mencerdaskan anak didik. Semua akan terasa ringan ketika segala sesuatu dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Acara  yang sangat hidup itu mampu menggugah semangat baru bagi para guru, teruma saya ungkap Riya Pramesti, guru Mapel Bahasa Jawa. Apalagi mengingat tahun pelajaran baru yang sudah di depan mata, maka motivasi berbenah diri untuk lebih baik tentu sangat saya butuhkan. Tujuannya, saya bisa lebih sabar dan mempunyai inovasi baru dalam membuat metode pembelajaran agar lebih baik lagi.
Akhirnya, dalam penutup training di sampaikan, bahwa keberhasilan pembentukan karakter  para siswa tidaklah hanya ditentukan oleh sekolah sebagai penyelenggara pendidikan. Namun, peran keluarga jauh lebih penting dalam pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, pembiasaan- pembiasaan baik yang selepas pengajaran di sekolah harus terus di jalankan di rumah. Dan inilah tugas orang tua yang sering dilupakan. Yaitu, senantiasa membimbing dan memberi suri tauladan sejak dini dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, pembentukan karakter para siswa akan mudah terbentuk, terang pria berkaca mata ini.

No comments:

Post a Comment